Senin, 18 Juni 2012

Masih dirasa Begitu Mahalkah Biaya Kesehatan ?



Saya bukanlah orang yang pandai menulis sesuatu, menulis hanya saya jadikan sebagai kegiatan iseng disela aktifitas kuliah saya yang kadang terlalu membuat saya penat. Hari ini saya ingin menuliskan tentang ‘masih dirasa begitu mahalkan biaya kesehatan’. Saya seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi negeri di Semarang, kebetulan jurusan yang saya ambil adalah kesehatan masyarakat. Sebelum saya memulai tulisan saya, terlebih dahulu saya perkenalkan jurusan yang saya ambil.

Kesehatan masyarakat ??Masih begitu asingkah jurusan tersebut untuk kalian ??Seringkali saya jumpai orang, dimanapun itu, entah bis ataupun tempat umum, ketika mereka menanyakan ‘kuliah jurusan apa mb ??’, kemudian saya jawab ‘kesmas ( kesehatan masyarakat ) pak/bu/mas/mb..’, kebanyakan dari mereka akan meneruskan dengan kata – kata ‘ oohh..jadi dokter yaa…??’.

Kesehatan Masyarakat berbeda dengan dokter, bidan, perawat, ahli gizi ataupun analis kesehatan. Cara gampangnya adalah, kami para calon S.KM – Sarjana Kesehatan Masyarakat ( Amin…. J ) menjaga agar para masyarakat yang masih sehat agar tidak sakit, dan mereka yang telah sembuh dari sakit tidak jatuh sakit kembali. Meski sakit kadang tidak bisa dihindari, tapi paling tidak mengurangi frekuensi atau intensitas akan sakit. Itu cara kasar ketika saya harus menjelaskan secara singkat kepada orang yang saya temui. Jadi, peran kami disini jelas berbeda dengan dokter, dokter lebih ke tindakan kuratif dan rehabilitative , atau lebih kami kenal dengan sebutan pengobatan dan pemulihan, sedangkan kami lebih kepada tindakan preventif dan promotif, atau yang lebih dikenal dengan pencegahan dan promosi, promosi agar masyarakat tetap menjaga kesehatan, karena bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati ?

Lebih luas sebenarnya apa itu kesehatan masyarakat, karena kami pun mahasiswa dan mahasiswi yang kuliah dijurusan tersebut, akan dibagi lagi menjadi berbagai sub bidang ilmu, mungkin kalo dalam ilmu kedokteran seperti spesialis kali yaa. Ada sub bidang ilmu, epidemiologi, biostatistika, administrasi kebijakan kesehatan, promosi kesehatan, kesehatan lingsayangan, kesehatan kerja, dan satu lagi saya lupa :D:D, I’m so sorry .
Cukup saya perkenalkan sekilas tentang apa itu kesehatan masyarakat, lain kali akan saya jelaskan lebih panjang lagi dan lebih rinci. Sekarangg balik ke judul kami lagi tentang ‘masih dirasa begitu mahalkan biaya kesehatan’

Tepat seminggu yang lalu, tetangga rumah meninggal dunia. Seorang ibu dengan usia sekitar 40 tahun, sudah hampir 1 tahun mungkin, ibu tersebut terbaring ditempat tidur dan hampir setengah tahun melakukan segala aktifitasnya di atas ranjang. Padahal masih belum terlalu tua untuk ukuran dia harus melakukan segala aktifitas di atas ranjang. Kabar yang ada di tempat saya adalah si ibu menderita stroke ringan awalnya sampai akhirnya stroke berat. Ketika pulang kemarin, saya iseng bertanya pada ibu saya, tentang penanganan atau pengobatan yang dilakukan oleh keluarga si ibu itu. Yaa, seperti biasa hampir setiap hal yang terjadi dirumah pasti saya tanyakan pada ibu saya, ibu saya adalah sumber informasi saya tentang semua keadaan di rumah :D.

Dan keterangan yang saya dapat, ternyata sampai si ibu meninggal dunia, dia belum pernah diperiksakan ke pelayanan kesehatan. Keluarganya lebih suka membawanya ke pengobatan herbal ataupun semacam orang pintar. Ya, des saya memang sudah tidak masuk kategori primitive, tapi sebagian masih menganggap bahwa suatu penyakit ada hubunganya dengan unsur magic. Hampir setiap hal janggal selalu dikaitkan dengan magic. Kadang keluarga juga membawa si ibu ke tukang pijat, dan konon katanya keadaan ibu makin parah ketika si ibu di pijat untuk yang kedua kalinya. Entahlah, saya belum mengerti korelasi tukang pijat dengan kejadian stroke disini. Padahal, keluarga tersebut cukup mampu sebenarnya untuk membawa si ibu ke pelayanan kesehatan. Tapi, ada alasan apa dibalik itu saya juga tidak tahu dan sepertinya bukan wewenang saya untuk tahu. 

Ketika mendengar cerita itu, satu yang ada dalam pikiran saya adalah ‘masih begitu mahalkah biaya kesehatan’. Sampai – sampai seorang ibu dibiarkan terbaring dan diobati ‘seadanya’.
Miris memang ketika mendengar itu semua, tapi sejauh ini belum ada yang bisa saya lakukan. Semoga 4 atau 5 tahun lagi ada hal yang bisa saya lakukan untuk mengubah paradigma masyarakat ‘bahwa ketika biaya kesehatan dirasa mahal, mari kita terapkan azaz mencegah lebih baik daripada mengobati’

-salam-

2 komentar:

  1. Koment sedikit ya ka, kalo antara kesehatan masyarakat sama analis kesehatan menurut kk lebih baik mana?

    BalasHapus
  2. semuanya baik dek :D
    cuma kalo kesehatan masyarakat itu lebih luas menurut kaka ...
    kalo kesehatan masyarakat kan msh ada subnya lagi..
    kalo analisis menurutku lebih spesific..
    gitu menurutku :)
    mau masuk kul dek ?

    BalasHapus